aku suka kamu akhi..
“Ich, Kenapa sih, kok islam
melarang pacaran?!” Begitu keluhan Annisa (nama samara) seorang wanita modis
yang saya kenal di Facebook.
Buat Annisa ia melihat ada sisi
positif yang bisa diambil dari pacaran ini. Pacaran atau menurutnya ‘Penjajakan’
antara dua insan lain jenis sebelum menikah sangat penting agar masing-masing
pihak dapat mengetahui karakter satu sama lainnya.. (dan biasanya untuk
memahami karakter pasangannya ada yang bertahun-tahun berpacaran lho!).
”Jadi dengan berpacaran kita akan
lebih banyak belajar dan tahu, tanpa pacaran?? Ibarat membeli kucing dalam
karung! Enggak deh…!” jelasnya.
Lalu ia menambahkan, “Bila suka dan serius bisa diteruskan ke
pelaminan bila tidak yaaa cukup sampai disini.. bye-bye !! Mudahkan?” dengan
nada santai.
Saya Jawab: “Hmm… Annisa
tidak kah engkau melihat dampak buruk dari berpacaran ini, ketika masing-masing
pihak memutuskan berpisah?
Annisa apakah engkau yakin benar
apabila “Putus dari Pacaran” hati ini tidak sakit? Benarkah hati ini bisa
melupakan bekas-bekas dari pacaran itu? Tidakkah hati ini kecewa, pedih, atau
ikut menangis bersama butiran air mata yang menetes??
Sulit dibayangkan.. Karena memang
begitulah yang saya lihat didepan mata menyaksikan orang yang baru saja putus
pacaran.
Bila memang kita tanya semua
wanita muslimah seusia Annisa (yang sedang beranjak dewasa/ABG) maka akan
melihat ‘Pacaran’ ini dengan sejuta nilai positif. Jadi, jangan merasa aneh
bila kita dapati mereka merasa malu dengan kawannya karena belum punya pacar.
***
Wahai Ukhti Muslimah..! Mari kita
tela'ah bersama dengan lebih dalam. Berdasarkan fakta yang ada, bila anda mau
menengok sekilas ke surat kabar, tetangga sebelah atau lingkungan sekitar,
siapa sebenarnya yang banyak menjadi korban ‘keganasan’ dari pacaran ini?
Wanita bukan?
Bila anda setuju dengan saya,
Alhamdulillah berarti hati anda sedikit terbuka.
Yaaa.. coba lihat akibat dari
berpacaran ini. Awalnya memang hanya bertemu, ngobrol bareng, bersenda gurau,
ketawa ketiwi, lalu setelah itu?? Tentu saja setan akan terus berperan aktif,
dia baru akan meninggalkan keturunan Adam ini setelah terjerumus dalam dosa
atau maksiat.
Pernahkah anda mendengar teman
atau tetangga Ukhti hamil diluar nikah?
Suatu klinik illegal untuk
praktek aborsi penuh dengan kaum wanita yang ingin menggugurkan kandungannya?
Karena sang Pacar lari dengan
langkah seribu karena tidak mau kedua orangtuanya tau?
Atau pernahkah engkau membaca
berita ada seorang wanita belia yang nekat bunuh diri minum racun serangga
karena baru saja di putuskan oleh kekasihnya??
Sadarkah kita, bahwa sebenarnya
kaum ~KAMU~ kaum hawalah yang banyak dieksploitasi dari ajang pacaran ini?
Sungguh, Islam telah memuliakan
wanita dan menghormati kedudukan mereka. Islam juga telah mengatur
kaidah-kaidan berupah batasan-batasan yang baik demi penjagaan kaum wanita. Tidak
percaya? Lihat hadits ini,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda:
”Janganlah sekali-kali seorang laki-laki berduaan dengan seorang
perempuan, melainkan si perempuan itu bersama mahramnya.” (HR.Bukhari,
Muslim dan Ahmad).
Islam melarang laki-laki untuk
berduaan tanpa ada orang ketiga karena islam tidak menginginkan terjadinya
pelecehan ‘seksual’ terhadap wanita. Bukan karena Islam membenci wanita seperti
yang dipropagandakan barat dengan mulut jahat mereka, tetapi demi melindungi ~KAMU~
wanita. Wanita itu ibarat sebuah berlian indah yang ada disebuah mahkota paling
agung di dunia tidak sembarangan orang yang boleh mengenakannya kecuali mereka
yang benar-benar baik dan dapat menjaga kesucian berlian itu dari tangan-tangan
yang tidak pantas untuk dirinya, dengan penjagaannya hingga mati. Mutiara yang
ayu yang terkunci rapat disebuah kerang yang kuat. Sebuah keindahan yang tiada
tara. Yang tercipta dari tulang rusuk kaum adam yang kelak tulang rusuk itu kembali disatukan kepada adam-adam yang memang pantas
untuknya. Saking berharganya engkau wahai wanita Muslimah kaum laki-laki bahkan
tidak diperkenankan melihat Jelitanya dirimu. karena mereka takut bilamana
melihat indah matamu mereka yakin ada desiran halus perasaan cinta dan mereka
tidak mau memalingkan rasa cinta mereka pada Illahi untuk ~KAMU~ untuk saat ini.
Disaat seperti ini. Dikeadaan yang belum halal dan belum tepat.
Allah Subhanahu Wa ta’ala
berfirman:
“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman: “Hendaklah engkau menahan
pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi
mereka, Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka perbuat”.” (QS.
An-Nur[24]:30)
Dan kaum laki-laki pun Islam
melarang mereka menyentuh wanita yang bukan mahramnya coba simak hadits ini :
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda:
“Sungguh bila kepala salah seorang ditusuk dengan besi panas lebih baik
daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya” (HR.Thabrani, dalam
Mu’jamul Kabir).
***
Nah, jelas bukan mengapa islam
melarang pacaran?
Islam memuliakan wanita dengan
jalan menjadikan mereka pendidik generasi mendatang dan menggantung baik
buruknya umat kepadanya. Islam mewajibkan wanita menutup aurat untuk
menyelamatkan mereka dari tangan-tangan jahil dan menghindari masyarakat dari ekses-ekses
negatifnya.
Allah Subhanahu wa ta’ala
berfirman:
“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuan dan
istri-istri orang mukmin agar menggulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka.
Yang demikaian itu agar lebih mudah dikenal yang karenannya mereka tidak mudah
di ganggu orang.” (QS. Al-Azhab[33]: 59)
Bila memang seorang laki-laki
ingin serius menjalin hubungan dengan seorang wanita, maka islam telah
menyediakan sarananya, yaitu menikah. Karena islam Bukanlah agama yang kaku,
maka islam menganjurkan kepada masing-masing pihak untuk saling berkenalan
(ta’aruf). Tentu saja tidak berduaan lho, harus ada pihak ketiganya. Setelah
itu? Yaaa, selamat bertanya tentang biografi calon pasangan anda, apabila kurang
jelas, masih kurang yakin.. Islam menganjurkan mereka untuk shalat istikharah
agar diberikan pilihan yang mantap agar nantinya Insya Allah akan berakibat baik bagi dunia dan akhirat kedua belah
pihak. Setelah mantap dan yakin akan pilihannya.. Kuatkan azzam (tekad), dan Bismillah,
Menikah..! Indah bukan J
Mengutip sedikit sebuah kata-kata
mutiara yang ada di Novelet “Dalam Mihrab Cinta”:
“Hampir disemua mata lelaki ada binar Liar Serigala ketika melihat
perempuan yang hampir semua wajah dan mata perempuan itu memiliki sihir yang
mampu mengubah lelaki menjadi serigala. Maka sebaiknya memang keduanya saling
menjaga. Agar tetap menjadi manusia yang mulia dan tidak berubah menjadi
manusia Serigala.”
Agung Wicaksono
Cibinong, PEMDA-Perpustakaan
Umum,
Masjid Raya Bogor,
UIKA-Al Hijri 2, Bogor.
30 April 2012 -08 Mei
2012






0 komentar:
Posting Komentar